Connect with us

YOGYAKARTA

Hubungan Yogyakarta-Irlandia Harus Lebih Erat

Published

on

YOGYAKARTA – Duta Besar Irlandia, Padraig Colm Francis mengungkapkan harapannya agar jaringan dan hubungan orang perorang antara Irlandia dan Indonesia, khususnya Yogyakarta bisa semakin erat. Hal ini untuk mendukung agar hubungan bilateral kedua negara bisa semakin baik lagi.

Demikian yang disampaikan Francis usai bertemu dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta pada Jumat (13/05). Ia mengatakan, meski letak Indonesia-Irlandia cukup jauh, tetapi kedua negara memiliki cukup banyak kesamaan.

“Sebagai duta besar adalah tugas saya untuk membawa Indonesia dan Irlandia, termasuk Yogyakarta untuk bisa punya hubungan lebih dekat. Dan saya harap hubungan yang telah terjalin antara kedua negara ini bisa semakin baik sampai ke jaringan antar orang perorang,” ungkapnya.

Selain bertemu dengan Sri Sultan, Francis juga mengaku jika dirinya telah diagendakan untuk memberikan kuliah umum tentang sejarah dan budaya Irlandia pada mahasiswa di Yogyakarta. Ia berharap, upayanya ini bisa membuat masyarakat Indonesia, utamanya Yogyakarta lebih mengenal Irlandia.

“Hari ini saya akan memberikan kuliah dan saya harap hal ini dapat mendorong para mahasiswa untuk mau mempelajari lebih lagi tentang Irlandia dan sejarahnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perizinan dan Penanaman Modal DIY, Agus Priyono mengatakan, kedatangan Duta Besar Irlandia untuk Indonesia ini dalam upaya agar hubungan Irlandia dan Indonesia, utamanya Yogyakarta bisa semakin dekat. Apalagi dengan adanya pandemi CoViD-19, komunikasi intens antar kedua negara sempat tersendat.

“Harapannya setelah pandemi ini hubungan orang perorang kedua negara ini bisa lebih aktif lagi melalui tiga bidang utama yakni budaya, pendidikan, dan pariwisata,” ungkapnya.

Agus pun mengatakan, dalam pertemuan, Francis sempat mengungkapkan jika jumlah warga Indonesia yang belajar di Irlandia masih sedikit, bahkan jumlahnya tidak sampai 100 orang. Untuk itu, Sri Sultan mengusulkan pemerintah Irlandia menggelar pameran pendidikan di Yogyakarta, selain di Jakarta.

“Dan tadi dikatakan beliau (Duta Besar Irlandia) juga akan memberikan kuliah. Harapannya ke depan, tidak hanya memberikan kuliah saja, tapi juga bisa ada jalinan kerja sama antar akademisi perguruan tinggi di Yogyakarta dengan perguruan tinggi di Irlandia,” paparnya.

Terkait budaya, Agus menuturkan, tahun 2014 lalu Pemda DIY pernah mengirim gamelan ke Irlandia. Bahkan tim gamelan asal Yogyakarta sempat tampil dan disambut antusiasme yang sangat tinggi. “Bahkan sekarang sudah cukup banyak komunitas gamelan di Irlandia. Karena itu tadi diusulkan kegiatan budaya untuk bisa semakin ditingkatkan,” katanya.

Agus menambahkan, Pemda DIY juga berharap ke depannya angka kunjungan wisatawan Irlandia ke Yogyakarta bisa semakin meningkat. (jogjaprov.go.id)

Copyright © 2022 Jogjaterkini.com