Connect with us

YOGYAKARTA

Perusahaan Jepang Ingin Transfer Teknologi Di DIY

Published

on

YOGYAKARTA – RISE Holdings berkeinginan melakukan transfer teknologi di bidang pertanian dan kesehatan di Indonesia, termasuk di DIY. Hal ini dilakukan untuk bisa membantu masyarakat DIY bisa semakin sejahtera kehidupannya.

Demikian yang disampaikan CEO RISE Holdings, Tomoki Nagano usai bertemu dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X pada Jumat (27/05) di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. Tomoki Nagano mengatakan, kedatangannya bertemu Sri Sultan ialah untuk mengungkapkan dan membicarakan rencana lanjutan transfer teknologi ini.

“Transfer teknologi yang akan kami lakukan perihal agrikultur untuk pertanian dan kesehatan. Teknologi yang akan kami bagi untuk agrikultur ini terkait improve (memperbaiki) kondisi tanah. Sedangkan untuk kesehatan, teknologinya untuk regenerative medicine (obat regeneratif),” ungkapnya.

Dijelaskan Tomoki Nagano, guna melakukan perbaikan pada kondisi tanah, cara yang akan dilakukan ialah dengan memberi bakteri atau mikroba tertentu pada tanah yang sudah terkontaminasi oleh pestisida atau pupuk kimiawi. Sedangkan obat regeneratif dilakukan dengan menggunakan teknologi stem cell. Teknologi ini dapat digunakan untuk pengobatan kanker maupun penyakit-penyakit serius lainnya.

“Pastinya semua teknologi ini untuk kemaslahatan bersama, untuk dapat (kehidupan)  yang lebih baik, untuk kebahagiaan bersama,” ungkapnya.

Tomoki Nagano menambahkan, saat berbincang dengan Sri Sultan, Sri Sultan sempat mengungkapkan harapannya agar Rise Holdings tidak hanya melakukan investasi dan transfer teknologi saja, tapi juga harus melakukan kolaborasi dengan masyarakat lokal.

RISE Holdings merupakan perusahaan swasta asal Jepang yang telah menandatangani kesepakatan dengan Pemerintah RI untuk melakukan investasi dan transfer teknologi. Kedatangan delegasi asal Jepang ini didampingi oleh KBRI Tokyo. RISE Holding sangat tertarik untuk belajar dan mendukung Pemerintah Daerah maupun swasta di Yogyakarta untuk bidang pertanian dan kesehatan.

RISE Holdings sendiri memiliki teknologi paten untuk ketahanan pangan dan soil rejuvenation yang diperuntukkan bagi lahan yang terkontaminasi bahan kimia, dengan nilai estimasi teknologi US$50 juta. (jogjaprov.go.id)

Copyright © 2022 Jogjaterkini.com