Connect with us

YOGYAKARTA

Stok Pangan DIY Aman, Bulog Sasar Bisnis Pangan

Published

on

YOGYAKARTA – Perum Bulog Kantor Wilayah Yogyakarta menjamin ketersediaan pangan pokok di DIY, termasuk stabilisasi harganya. Karena itu, Bulog Kanwil Yogyakarta mulai merambah peran lainnya yakni bisnis pangan demi terpenuhinya gizi masyarakat.

Hal ini disampaikan oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Tri Saktiyana pada Selasa (17/05). Usai mendampingi Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X bertemu Pimpinan Perum Bulog Kantor Wilayah Yogyakarta, Muhammad Attar Rizal di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Tri menuturkan, Bulog ingin menjalankan kedua perannya dengan maksimal.

“Intinya, Bulog itu punya dua peran, yakni berperan dalam ketercukupan dan keamanan pangan nasional, dan punya peran suportifnya seperti bisnis pangan. Saat ini ada produk beras merek Fortivit yang diproduksi juga untuk mendorong penanggulangan stunting,” jelasnya.

Tri menambahkan, bisnis pangan berupa beras premium ini cukup menjanjikan karena beras yang dikemas apik ini juga telah dilengkapi dengan kandungan vitamin-vitamin lain yang baik bagi kesehatan masyarakat. “Nanti perlu kita bantu juga sosialisasinya, bahwa beras Bulog ini juga punya kandungan gizi yang lebih dibanding beras-beras pada umumnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Pimpinan Perum Bulog Kantor Wilayah Yogyakarta, Muhammad Attar Rizal mengatakan, dalam pertemuannya dengn Gubernur DIY, ia menjelaskan tugas-tugas Perum Bulog di bidang pangan pokok, termasuk rencana-rencana yang akan dilaksanakan di DIY.

“Kami bertugas terkait dengan terintegrasinya bahan pangan dari hulu ke hilir, termasuk ketersediaan pangan hingga keterjangkauan dan stabilisasi harga untuk mengatasi pangan, khususnya pangan pokok di DIY,” ungkapnya.

Diungkapkan Attar, Gubernur DIY pun menyatakan dukungannya kepada Bulog untuk menjalankan tugasnya terkait stabilisasi dan ketersediaan pangan. Ke depannya, Bulog Kanwil Yogyakarta akan melakukan seluruh kegiatan terkait bahan pangan yang memang bersumber dari wilayah DIY.

“Kegiatan yang kami lakukan termasuk penyerapan bahan baku dan pendistribusian. Kami akan pikirkan juga mengenai penjualan melalui online untuk produk-produk Bulog seperti yang diharapkan oleh Bapak Gubernur,” imbuhnya. (jogjaprov.go.id)

Copyright © 2022 Jogjaterkini.com