Connect with us

GUNUNG KIDUL

Tingkatkan Ketahanan Pangan, Pemda DIY Serahkan Bantuan Pada 71 Poktan Gunungkidul

Published

on

GUNUNG KIDUL – Sekretaris Daerah DIY Kadarmanta Baskara Aji bersama Bupati Gunungkidul Sunaryanta menyerahkan 71 unit alat pertanian kepada 71 kelompok tani (poktan) Gunungkidul. Agenda serah terima dilakukan di Aula Dinas Pertanian Gunungkidul, Kamis (19/05) siang dan disaksikan Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan DIY Sugeng Purwanto, Kepala Dinas Pertanian Gunungkidul Rismiyadi serta perwakilan poktan.

“Petani membutuhkan support agar lebih berdaya untuk bisa membangun kedaulatan pangan. Kita harus bisa bangun jaringan di luar Gunungkidul, kalau bisa sampai diekspor juga,” ujar Aji dalam sambutannya. Ia menambahkan pihaknya akan membantu memfasilitasi produk-produk poktan agar selanjutnya dilirik eksportir.

Menurutnya, adanya bantuan alat pertanian tersebut harus diimbangi dengan produktivitas petani. Apalagi, sektor pertanian merupakan satu-satunya sektor yang bertahan di masa sulit, termasuk pandemi Covid-19.

“Petani dapat menyelamatkan perekonomian Yogyakarta. Saat Covid-19, semua tiarap, tidak bisa kerja, tapi lain dengan petani. Jadi semangat ini jangan hanya pas Covid saja, melainkan juga pasca Covid-19. Apalagi sudah dibantu dengan alat mesin pertanian ini,” harapnya.

Aji optimis akan masa depan petani mengingat produk yang dihasilkan selalu dibutuhkan masyarakat serta semakin tingginya keterlibatan anak muda di sektor pertanian. “Petani itu yang muda-muda juga diajak. Sekarang kan ada sebutan petani milenial. Ajari mereka dengan mekanisasi, digitalisasi. Sehingga hasil pertanian bisa lebih maksimal.” Ia akan turut mendorong peningkatam jumlah pasar lelang hasil pertanian di Kabupaten Gunungkidul.

Senada dengan Sekda DIY, Bupati Gunungkidul Sunaryanta, mengatakan pentingnya digitalisasi dalam pertanian. “Di masa depan, digitalisasi makin maju termasuk dalam pelelangan. Ini tentu berpengaruh pada ekonomi digital, yang mendorong agar bagaimana smart city bisa maju. Ajarilah anak-anak kita menjadi petani milenial, karena pertanian sudah terbukti dapat menjaga stabilitas pangan,” harapnya.

Untuk menjamin agar atmosfer pertanian terjaga, Bupati Sunaryanta mengatakan Pemkab Gunungkidul telah membeli 50.000 ribu hektare lahan dan menjadikan 22.000 hektare diantaranya sebagai lahan yang digunakan sektor pertanian.

“Berdasarkan survei beberapa waktu lalu, sektor pertanian peternakan di Gunungkidul dapat menguatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 60-70%. Masyarakat harus bertahan dan berdaulat dari sektor pangan. Sebab ini menyebabkan pertumbuhan ekonomi di Gunungkidul secara umum cukup besar yakni 5,22%.”

Bupati Sunaryanta menekankan bahwa sejak awal PDRB, pertanian dan UMKM telah menjadi kekuatan Gunungkidul. “Kalau kita sudah tidak berdaya di pertanian peternakan kita akan lumpuh. Apalagi kalau Gunungkidul hanya andalkan sektor pariwisata. Yang menguatkan adalah pertanian dan peternakannya,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian DIY Sugeng Purwanto, menuturkan bantuan sebanyak 71 unit yang diberikan kepada poktan di Gunungkidul tersebut merupakan jumlah terbesar dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya. “DIY menerima bantuan 153 unit. Yang 71 unit masuk ke Gunungkidul dan ini yang terbesar,” katanya.

Dari semua unit yang disalurkan, alat pertanian terbanyak yang diberikan adalah pompa air. “Dinas Pertanian ikut menjawab, entry point di Gunungkidul itu tentunya soal air. Jadi paling banyak alat yang diberikan adalah pompa air,” terang Sugeng.

Seusai penyerahan secara simbolis, agenda dilanjutkan dengan penanaman kedelai putih di area sawah Kapanewon Semanu, Gunungkidul yang dilakukan Sekda DIY, Kepala Dinas Pertanian DIY dan Gunungkidul, didampingi Lurah/Panewu setempat.

Pada kesempatan tersebut, Sekda DIY membacakan dukungan narasi Pemda DIY tentang pengembangan kedelai lokal dengan tema tahun ini “Bangkit Kedelai Nasional.”

1. Kami sampaikan pelaksanaan kegiatan kedelai di DIY seluas 3.000 hektare, Kabupaten Gunungkidul tahun 2022, mendapatkan fasilitasi Bantuan Pemerintah (Banpem) seluas 2.067 hektare benih dan paket pupuk dan petani gunungkidul menambah swadaya tanam kedelai seluas 351,3 hektare, Kabupaten Bantul 407 hektare, Kabupaten Kulonprogo 476 hektare, dan Kabupaten Sleman 50 hektare.

2. Untuk saat ini minggu pertama bulan Mei panen pertanaman kedelai di Kabupaten Gunungkidul ada seluas 657 hektare dengan kisaran harga jual panen dari Rp10 ribu Rp12 ribu/kg.

3. Sehingga hari ini di Semanu melaksanakan Musim Tanam III dengan komoditas kedelai secara swadaya/tanpa bantuan pemerintah di lahan kering dengan memanfaatkan optimisasi lahan (Bantuan OPLA 2021/sumur irigasi), maka ini kembali lagi untuk mendukung Bangkit Kedelai Nasional tahun 2022 kembali Pemerintah Daerah DIY mengajukan tambahan Bantuan Pemerintah ke Pusat seluas 1.256 hektare se-DIY, dan Gunungkidul mengajukan tanam kedua kedelai seluas 878 hektare. (jogjaprov.go.id)

Copyright © 2022 Jogjaterkini.com