YOGYAKARTA – Dinas Pariwisata (Dinpar) Kota Yogyakarta kenalkan destinasi wisata baru di tengah kota, lewat rangkaian kegiatan Tour de Kotabaru. Dimulai dengan Lomba Fotografi pada 12 Mei dan ditutup pada Kamis (19/5) dengan acara Jalan-Jalan Sore serta Night Run.

Penutupan rangkaian kegiatan Tour de Kotabaru dilaksanakan di halaman Dinpar Kota Yogya dengan dihadiri oleh Wakil Walikota (Wawali) Yogyakarta Heroe Poerwadi. Dalam sambutannya Wawali mengatakan Tour de Kotabaru adalah sebuah langkah yang strategis dalam membangkitkan dan memulihkan kembali pariwisata Yogya sejak dilanda pandemi Covid-19. Mengingat sumber pendapatan terbesar Kota Yogyakarta adalah dari sektor pariwisata dan pendidikan.

“Upaya pemulihan ekonomi seperti ini pada dasarnya membuka akses pada masyarakat dan membuka peluang terjadinya transaksi. Sebab sektor pariwisata banyak elemen pendukungnya. Mulai dari UMKM kuliner, fesyen, kerajinan, dan lainnya bisa mendapatkan peluang ketika industri pariwisata terus berjalan,” jelasnya.

Ditambahkan juga oleh Wawali bahwa Kotabaru adalah salah satu dari empat cagar budaya yang ada di Kota Yogyakarta selain Kraton, Malioboro, Pakualaman dan Kotagede yang notabenenya sudah banyak dikunjungi turis. Sementara Kotabaru belum dieksplorasi lebih jauh untuk dijadikan sebuah destinasi wisata.

“Kotabaru ini kalau mau diulik lebih dalam, sangat menarik untuk dikunjungi turis. Bangunan-bangunannya lebih dominan bergaya indische. Dengan konsep Tour de Kotabaru ini nantinya juga akan berdampak positif ke masyaraat sekitar. Ke depannya akan disediakan fasilitas tambahan seperti kios untuk pedagang di sekitaran rute Tour de Kotabaru dan sekuter ataupun sepeda supaya bisa semakin menarik wisatawan untuk berkunjung,” tambahnya.

Sejalan dengan itu, Kepala Dinpar Kota Yogyakarta Wahyu Hendratmoko menyatakan kawasan Kotabaru memiliki berbagai daya tarik wisata yang dapat dikembangkan, di antaranya wisata kuliner, wisata budaya dan sejarah, serta wisata belanja. Sebagai kota wisata yang kaya akan budaya, sarat akan pendidikan dan sejarah, Kotabaru merupakan area yang seharusnya dilestarikan keberadaannya sebagai obyek wisata.

“Rangkaian Tour de Kotabaru ini dimulai kemarin 12 Mei dengan Lomba Hunting Foto, kemudian hari ini 19 Mei kami tawarkan pengalaman wisata dengan Jalan Jalan Sore dan Night Run. Pengunjung akan menikmati wisata di Kotabaru ini melalui sejarah dan budaya, belanja dan kuliner, serta olahraga,” paparnya.

Pada kegiatan Jalan Jalan Sore Tour de Kotabaru, digelar dengan menyertakan perwakilan dari komunitas museum, koko cici, pemenang lomba hunting foto, tamu dari Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Toba, dan Kabupaten Samosir dipandu oleh anggota Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kota Yogyakarta.

Peserta Jalan Jalan Sore Tour de Kotabaru secara resmi diberangkatkan oleh Wawali dengan diiringi oleh Kompi Bantuan Kusumo Aji Bergodo 17 di titik awal halaman Dinpar Kota Yogyakarta. Kemudian rute dilanjutkan ke Gramedia – Jalan Sudirman – Rumah Gondo Kusumo – Jalan Faridan M.Noto – Museum Sandi – Masjid Syuhada – Gereja Kotabaru – Jalan Suroto – dan berakhir di Silol Kopi & Eatery dengan disambut sajian musik dari Jazz Mben Senen. (Jogjakota.go.id)