Connect with us

SLEMAN

Belajar Toleransi Dari Teladan Rasulullah SAW

Published

on

Belajar Toleransi Dari Teladan Rasulullah SAW

Sleman – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini, menjadi momentum bagi umat Islam untuk semakin meneladani Rasulullah. Salah satu keteladanan Rasulullah adalah menjaga harmoni dan kerukunan antar sesama.

Hal ini disampaikan putra sulung Wakil Gubernur DIY, BPH Kusumo Bimantoro saat membacakan sambutan Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X pada Jumat (04/11). BPH Kusumo Bimantoro mewakili sang ayah menghadiri Pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW dan Ujian Santri Madrasah Dinniyah Roudlotul Mubtadiin Krapyak, Ngemplak, Sleman.

“Nabi Muhammad SAW adalah figur manusia pilihan, al-mushthafa al-mukhtar. Karenanya, beliau menjadi teladan mulia bagi semua manusia. Keteladanan Rasulullah dalam menjaga harmoni dan kerukunan dapat dilihat dengan adanya Piagam Madinah, hingga terjalin kerukunan antara muslim dengan kaum Yahudi dan Nasrani,” ungkap BPH Kusumo Bimantoro.

BPH Kusumo Bimantoro menuturkan, penekanan Rasulullah terhadap toleransi dalam Piagam Madinah mencerminkan upaya Rasulullah untuk mewujudkan kedamaian dan ketenteraman masyarakat dengan segala perbedaannya. Nabi Muhammad SAW sendiri diutus oleh Allah SWT sebagai bentuk rahmat dan rasa kasih sayang yang diberikan kepada makhluk di seluruh alam semesta.

“Sikap toleran mampu mendorong sikap kasih sayang terhadap sesama umat manusia, pun sesama agama, juga mereka yang berbeda agama. Semoga peringatan Maulid Nabi ini dapat memancarkan energi positif, mengiringi jihad para santri dalam meningkatkan martabat umat Islam dan kemanusiaan,” imbuh BPH Kusumo Bimantoro.

BPH Kusumo Bimantoro pun mengucapkan selamat menempuh ujian kepada para santri Madrasah Dinniyah Roudlotul Mubtadiin Krapyak. Ia berharap para santri diberikan kelancaran melaksanakan ujian atas ridho Allah SWT.

Dalam kesempatan yang sama, Pengurus Pesantren Roudlotul Mubtadiin Krapyak, KH. Ahmad Mujib mengatakan, pesantren yang dikelolanya ini merupakan tempat anak-anak untuk memperdalam keilmuannya, utamanya ilmu agama. Baginya, pendidikan adalah salah satu hal yang utama dalam hidup manusia.

“Kita tahu, wajib hukumnya bagi orang tua untuk mendidik anak sejak kecil agar memiliki akhlak yang baik. Dan pesantren ini pun didirikan untuk bisa menjadi tempat mendidik anak-anak kita,” imbuhnya. (jogjaprov)

Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2022 Jogjaterkini.com